Breaking

Imajinasi ku yang terlalu membumbung tinggi membuat aku sering mengamati lingkungan sekitarku.. memang banyak orang yang masih takut breaking the rule, seperti aku..
tapi hati kecilku selalu merasa bersalah karena ketakutanku yang tidak bisa menyuarakan opini yang breaking the habit..
tidak berani karena takut diacuhkan lingkungan,
tidak berani karena takut tidak menyenangkan atasan,
picik..

satu, dua, tiga kali,
ternyata banyak sekali pertentangan..
mengubah kebiasaan memang bukan suatu hal yang sangat mudah..
apalagi suara yang muncul itu buah dari kekuasaan..

Selama ini memperhatikan, mempelajari, mengamati..
mereka adalah orang-orang terpilih di lingkungannya sebelumnya. Banyak ide-ide berlian yang mereka punya sebelumnya, tapi akhirnya mereka tak dapat bergerak sebebas elektron lagi..

Mungkin aku tahu kenapa mereka seperti itu,
Kelembaman relative pada satu pokok hal yang selalu dia lakukan, sehingga “enggan” untuk berpindah ke ketentuan yang lain. Kreativitas mulai terbunuh, hilangnya adrenalin mencoba sesuatu yang baru.. Takut akan terjatuh ketika memulai tantangan baru..

Aku merindukan hidup dalam dunia komik,
Dunia penuh imajinasi yang liar tanpa batas..
Walaupun hanya 2 dimensi..
Aku berada dalam keramaian topik, tapi aku hilang dalam batas antara angan dan nyata..

~IMHO~ :D :D :D

wajah pagi

Sosok tua renta itu jalan menepi, menghindari hilir mudik kendaraan yang saling berkejaran dengan waktu,
wajahnya tampak lelah,
mulut beliau terlihat menganga, untuk membantu menghirup oksigen yang dibutuhkan tubuhnya..
layaknya seseorang yang terengah-engah dalam rangka perjalanan jaaauuuhhh,
padahal ini masih pagi,
peluh,
sekali lagi,
ini masih pagi..
tapi kelelahan-kelelahan itu sudah muncul di bahasa tubuhnya,
di kerentaannya, bakul berat berisi dagangan yang mungkin hanya bisa menghasilkan beberapa ribu rupiah saja, yang tampak selalu setia menemaninya..
mungkin bakul itu sebagai sumber keuangannya,
tapi aku tak sempat tahu, apa isi di dalamnya..
keriput di kulitnya sebanyak angan dan mimpi-mimpi yang beliau kubur atas keterbatasannya dalam menghadapi dunia,

aku pun berkendara berkejaran oleh waktu,
walau hanya beberapa detik mata menangkap sepotong drama kehidupan ini,
namun wajah dan mimik beliau tak bisa terlupakan..
aku pun terpaku dalam bayang,
dibalut perasaan aneh yang menyayat jantung hati,
aku tak berdaya dengan ketidakmampuanku,
aku hanya bisa meneteskan air mata,
ntah apa yang beliau rasakan,
mungkin air mata tak cukup untuk menutup segala kepedihannya,
mungkinkah selama hidupnya yang beliau tahu hanya bagaimana menutupi rasa lapar?
mungkinkah sering beliau melupakan kewajiban-kejiwaban Tuhan?
tapi aku yakin, jika hal itu beliau lakukan, sebenarnya beliau tak ingin melupakannya,
mungkinkah dunia ini beliau rasa berat?
itu yang aku tangkap dari raut dan mimik muka nya..
semoga aku salah,
semoga aku keliru,
faktanya beliau hidup dalam kebahagian dalam sarat kesederhanaan..

ooowwhhh,
Sosok tua renta yang tak kenal lelah berjuang untuk hidup,
aku malu padamu,
aku tak bisa melakukan sesuatu yang lebih untuk orang-orang seperti mu,

aku yang selalu mengeluh..
aku malu,
karena aku hanya bisa menatap tajam dengan kepedihan luka..
ku hanya bisa memanjatkan doa,
ku pinta kemudahan dan keberkahan jalan beliau di dunia,
jika yang beliau jalani adalah sebuah kesulitan, agar kesulitan ini hanya dicukupkan di dunia ini saja,
dan kesulitan itu, menjadi pembuka jalan termudah di dunia kelak ketika dalam perjalanan bertemu dengan sang Khalik,

aamminn..

*semoga besok pagi ketemu nenek itu lagi ^_^

Yes finally, here we are!

HoChiMinh City

HoChiMinh City

Finally, aku bisa berkunjung ke negara yang pernah aku idam-idamkan kala itu. Suatu negara yang pernah masuk dalam mimpi, karena angan bentuk sebuah negara lain bagi seorang anak adam yang belum pernah menginjakkan kaki nya selain di ibu pertiwi nya.. (* :D )

Vietnam, sebuah negara yang merdeka 10 tahun setelah Indonesia merdeka. Sebagai warga negara yang negaranya harusnya 10 tahun lebih “matang” (Indonesia), sepertinya aku harus miris dan sedih. Karena kota besar di negaraku tak sebersih di HoChiminh. Walaupun HoChiMinh sama sewrawutnya untuk masalah lalu-lintas, tapi kota ini lebih tertata rapi, pedestrian lebar. Memudahkan bagi kita untuk jalan kaki..

Aku tidak akan berkomentar banyak terkait tata kota nya, karena aku bukan expert akan hal itu. Dan aku pun tak akan berkomentar banyak terkait dengan pemerintahannya, karena aku sangat awam akan politik dan pemerintahan. But, pendapat orang awam ini secara overall, kota ini lebih rapi dan indah daripada Jakarta. that’s it…

3 hari 3 malam di HoChiMinh aku rasa sudah lebih dari cukup, karena selain pemandangan kota dan bangunan historical, ga ada wisata yang lebih menarik lagi untuk dikunjungi. So, bagi yang menyukai alam, pantai, menyukai gunung. It’s not your the place.. Tapi bagi pecinta city tour, museum, sejarah.. ya, this is yours..  ;)

Di Vietnam masih berlaku 2 jenis mata uang, yaitu Vietnam Dong dan US Dollar. Kami, aku, suami dan 2 temanku, sepakat membawa dollar US saja. Karena menurut referensi, dengan membawa dollar akan menjadi lebih irit. Dan itu benar.. :D
Kami menukar uang dollar kami di bandara, kami menukar $200 saja untuk kami ber-4. $1 = 20.850 – tax 1%.. :(

Cukup dengan berbekal 2,5jt saja:
– Tiket PP : 1,3jt
– Hotel 700rb – 1,1jt untuk 3 malam (berdua)
– Akomodasi dll : 600rb – 700rb

Cu Chi Tunnel

Cu Chi Tunnel

Hari pertama,
kami pergi ke Cu Chi Tunnel jam 8 pagi dengan tour travel (@100rb VND). Tour the tunnel selesai jam 12, dan butuh waktu sekitar 2 jam untuk kembali ke kota. Sekitar jam 2pm ke War Remnants Museum (@15rb VND). Setelah berputar-putar lama di museum, ternyata waktu sudah memasuki waktu Ashar. Sehingga kita memutuskan untuk sholat di sekitar museum. Aku sholat di depan museum, dan ternyata dilarang, satpam museum menghampiri dan aku ga sadar. hehe..

Akhirnya teman-teman yang lain sholat di belakang tank, pesawat air force one yang tertutup. Kami pun kelaparan, kami berjalan nyasar-nyasar untuk mencari makanan halal dan Alhamdulillah kami temukan jalan yang kami cari Deng Du (pusat makanan halal) dan melanjutkan makan sore menjelang malam di d’Nyonya Penang (all set -3 menu- 649rb VND). Ternyata di sebelah restorang d’Nyonya Penang ada masjid besar, Subhanallah.. kemudian dengan sedikit berlari-lari kami mencari jalan menuju temapt Watter Puppet Show (@150rb VND), karena kami sudah memesan show pada pukul jam 6:30pm. Dari keseluruhan tour, biaya yang paling mahal yang kami keluarkan adalah biaya makan. Karena kami mencari makanan halal. Dan harganya, bagi turis backpacker seperti kami cukup menguras kantong. hiks..
Tapi recommended, pas di lidah orang indonesia.. :)
Kami pulang ke hotel pukul 8:30pm..

Hari kedua,
karena kecapekan di hari pertama, hari kedua kami putuskan untuk city tour. kami mulai jalan jam 11 siang. panas.. tujuan pertama kami adalah pasar Ben Tanh Market. Hanya dengan berbekal sepotong peta dari flyer water puppet show kami jalan berputar-putar untuk menemukan Ben Tanh Market, yang ternyata sangat dekat dengan hotel kami yang berada di jl. Bui Vien.
Ternyata pasar ini tidak begitu besar, sehingga kami hanya butuh waktu sebentar untuk berkeliling mencari sesuatu yang bisa menjadi cindera mata (baca: key chain, magnet. wkwkwkkw)
magnet sekitar 10-12rb VND, key chain 7500 VND :D :D murah meriah..

Ben Tanh Market

Ben Tanh Market

Lalu kami lanjut makan siang di Halal @Saigon, Deng Du Street, sekalian sholat di masjid. Tapi harga di Halal @saigon (all set – 2menu- 476000 VND) lebih mahal drpd d’Nyonya Penang. Dan porsinya lebih sedikit, hahahaha :D :D
Setelah makan, kita lanjut untuk menonton show wayang orang Vietnam. Tapi sayang, ternyata tidak ada show hingga the next week. Karena di Vietnam sedang New Lunar Year, semua orang harus mudik ke kampung halamannya.. So, kita putuskan balik ke hotel malam itu, menyusuri jalan yang lain..
Sebelum sampai hotel, kami pun menyempatkan mampir ke Trung Nguyen Coffee..
pahiiittt.. (as mba Esti blog).. wkwkwkwkwk..

Hari ketiga,
Uang Dong kami habis, dan awalnya kami tidak akan membeli Dong. Karena hari ini kami akan pulang.
Oleh karena itu, kami memutuskan untuk city tour saja ke Art museum, Saigon Notre-Dame Cathedral, post office, reunification museum (ternyata harus bayar, karena dong kami habis so kami cuma lihat dari depan, wkwkwk)..
Setelah jalan jauh dan dipikir-pikir ini terlalu ngirit. hahahahaha (backpacker nanggung). Jadi kami menukar $30 dollar lagi untuk makan dan membeli tambahan oleh-oleh.. Ternyata rate di jalan besar dekat Deng Du lebih tinggi dan non-tax..
so, kami berpesta.. makan di d’Nyonya Penang lagi (all set 461000 VND). Lanjut sholat, dan kami istirahat sejenak di masjid untuk kemudian kembali ke hotel karena kami sudah memesan taxi untuk jam 6pm ke bandara..

Alhamdulillah penerbangan lancar, kami sampai Soetta pukul 11:30pm. Dan malam itu pun, aku mendapat kabar besok harus test online psikometri, wkwkwkwkw
Aku sampai bandung jam 4 pagi, ngantuk.. masuk kantor jam 10… dan harus test.. weewww..wewww…weeewww.. mendadak sekali pengumumannya.. untung udah balik dari melancong.. :D :D
dan hari esoknya aku harus wawancara..

Syukur Alhamdulillah, semuanya lancar..

Sooooooo,
Which place is for the next trip?? :D :D :D

Perpanjang Passport

Flight No.
QZ 8234

Departure Date
02 Februari 2013

Mungkin sudah setengah tahun berlalu, aku sampai lupa kapan tepatnya aku booking tiket itu. Yang mengharuskanku hari ini berhenti sejenak dari kepenatan rutinitas kerja, untuk sekedar refreshing haha-hihi bersama suami dan sahabat.. Dan misi saat memesan tiket itu pun sebenernya sekaligus untuk membayar rasa penasaran 4tahun yang lalu karena ketinggalan pesawat …

Tepat 4 minggu sebelum keberangkatan, kuperhatikan surat ijin melintasi perbatasan negara yang aku miliki..
Owh Tuhan, tepat kurang dari 6 bulan.. Aku harus memperbaharui surat ini..

Membayangkan kantor pemerintahan yang disebut bagian imigrasi ini saja, membuat males makan..
Pasti menghabiskan kesabaran..kesabaran..kesabaran..dan waktu!

Niatan itupun aku ulur-ulur, sampai minggu ke-3 sebelum keberangkatan.. Hingga adrenalin mengisi sebagian bagian tubuh.. Trauma akan kejadian sebelumnya..

Akhirnya aku kalahkan kemalasanku, aku datang ke sana hari rabu pada waktu jam istirahat. Aku siapkan semua dokumen persyaratan sekaligus mental penolakan…
Jadi akupun berangkat ke kantor imigrasi dengan berbekal:
1. Kesabaran
2. Kesabaran
3. Passport lama + potokopi
4. KK asli dan potokopi
5. KTP asli dan potokopi
6. Ijazah/Akte Lahir asli dan potokopi
7. Surat keterangan bekerja
8. Materai 6000

Sesampai di sana, aku diwajibkan beli map kuning, mengisi formulir.. Kemudian mengambil nomor antrian..
Upsss, saya ditolak! Karena untuk menyerahkan formulir permohonan dalam map kuning hanya bisa dari jam 07:00 – 10:30 pagi..
Hihihihii…

Aku kembali hari berikutnya, ambil antrian.. Sampai jam 8:00 sudah mendapatkan nomor urut 90an..
Tetapi, tidak perlu menunggu terlalu lama.. Hanya setengah jam menunggu, nomor antrianku dipanggil..
Dilakukan pengecekan dokumen, acc, dan aku diperbolehkan pulang dengan membawa bekal nota bahwa aku harus kembali lagi 3 hari kemudian untu pembayaran dan foto passport..

3 hari kemudian aku kembali lagi ke kantor yang disebut kantor imigrasi ini, aku sengaja datang lebih pagi agar mendapatkan nomor antrian yang kecil..
Tapi ternyata mereka ada apel, sehingga aku baru diperbolehkan masuk pukul 08:00..
Antri mengular, akhirnya aku dapat nomor antrian ke-60an..
Menunggu hampir 1jam.. Mulai ga nyaman.. Ughh..
Tetapi akhirnya dipanggil juga oleh loket pembayaran. Pertama aku diminta memberikan nota yang diberikan 3 hari yang lalu. Lalu aku diminta duduk dulu, kemudian dipanggil namaku, untuk melakukan pembayaran. Hanya butuh Rp. 255.000 saja.
Setelah membayar aku diminta kembali duduk, tidak lama kemudian dipanggil lagi untuk membawa bukti bayar untuk masuk ke ruang poto..
Tak sampai 5 menit, kemudian giliranku foto tiba.. Setelah foto aku antri untuk wawancara.. Tandatangan passport dan selesai!
Aku dikasih lgi nota untuk datang 3 hari kemudian untuk mengambil passport!
Proses kedua ini hanya butuh waktu atri 1jam saja…

Pada hari pengambilan, aku ada acara kantor yang ga bisa ditinggal, so aku ambil di hari kerja berikutnya…
Aku datang jam 8 kurang, mendapat nomor antrian 60an..
Setelah mengambil nomor antrian, aku duduk di tempat tunggu..
15 menit berlalu, nomor antrian tak beranjak dari angka 1..
30 menit berlalu dan nomor antrian di televisi masih menunjukkan angka 1… Wowwwww…
Tak sabar aku dengan semua ini, aku datang ke petugas dan bertanya..
Ughhh, ternyata khusus bagian pengambilan passport ini, sistemnya tdk urut sesuai nomor antrian sistem.. Tapi urut sesuai dengan penyerahan nomor antrian mesin dan nota bukti pengambilan passport..
Ughhh, 30 menit ku buang dengan sia-sia atas ketidaktahuan dan tidak ingin tahuan.. :(
Setelah antri 30 menit, akupun dipanggil untuk tandatangan tanda terima pengambilan dan karena aku inginkak passport lama untuk diambil, aku harus tandatangan form khusus pengambilan passport lama di atas materai 6000. So, ketika perpanjang passport dan ingin passport lama nya diambil lagi, jangan lupa bawa materai 6rb !! :)
Daaannnn, akhirnya.. dengan senyuman lebar membawa passport baru dan passport lama ku yang telah digunting…

OK then, kini saatnya menikmati liburan.. Enjoy the leisure time..
Bismillah, semoga lancar…

We Lost in Jayagiri

Pagi itu aku harus bangun bagi, bukan untuk dinas ke jakarta.. bukan untuk menjemput adik yang lagi main ke bandung.. bukan pula nganterin ibu ke pasar, krn ibu ga ada di bandung.. haha

Ya!! pagi itu.. aku harus bangun pagi.. untuk persiapan hiking ke hutan Jayagiri..
Unit di kantorku, mengundang siapapun yang mau join jalan-jalan ke hutan Jayagiri di hari libur kemarinn…
kami merencanakan akan menyewa angkot untuk menuju Lembang, dari lembang jalan menuju pintu masuk Jayagiri.. jumlah peserta yang ikut berjumlah 29 orang, so, kami menyewa 3 angkot..
makan siang, disediakan oleh mba diena (sekretaris unit kami) dan dibantu oleh mr. Rori, yang akan menunggu di pintu parkir tangkuban perahu..

dan …
Kami lah ini, para pejuang dengan spirit Jayagiri:

The warrior

The warrior

Melati Jayagiri

Melati Jayagiri

Bangun pagi bagiku adalah perjuangan yang luar biasa..
Dan sebelum mengikuti hiking ini, hanya ada satu kata dalam otakku untuk hiking, yaitu capeekkkkkkkkkk…
aku harus sudah standby di kantor japati pukul 06:00! karena angkot sudah menunggu…
bangun jam 4, tapi dengan alasan “belum adzan”  aku pun kembali terlelap..
4:30 adzan, sholat subuh.. dan tidur lagi, dg alasan tidur “10 menit lagi deh”..
al hasil, bangun jam 5:30 sodara-sodara!!!
ngebuuttttt, layaknya motor cross, segala halangan dihadang tanpa ba.bi.bu.. Dan, akupun sampai di kantor japati, jam 06:00 sharp!!!! (wuhuuuiiiiii, I made it!) ;)

Dimanakah hutan Jayagiri????
kata Jayagiri seperti nya tidak asing di telinga kan?
Coba tanya mama, papa.. pasti tau deh..
(lagu nya Bimbo lhooo ternyata, -hasil googling, hahaha)

Melati dari Jayagiri
Kuterawang keindahan kenangan
Hari-hari lalu di mataku
Tatapan yang lembut dan penuh kasih …

Hutan jayagiri, terletak 12km dari cimahi dan 12km dari Bandung.. (kalau dari rumah saya, parompong, keknya hanya berjarak sekitar 8km saja.. :D :D )
Kami menuju pintu gerbang Jayagiri menggunakan angkot dari kantor jam 7 pagi.. Kami menyewa 3 angkot (untuk antar ke pintu masuk Jayagiri dan jemput di parkir kawah Ratu – Tangkuban Perahu). Dan kami sampai di pintu gerbang Jayagiri pukul 08:00..

Jayagiri Gate

Jayagiri Entrance Gate

seconds before enter, lets pose first ^,^

seconds before enter, lets pose first ^,^

Harga tiket hanya Rp. 5000 per orang, dan itupun kami tawar! wkwkkwkwkwk
Untuk 29 orang, kami hanya bayar Rp. 120.000. Kami pun berjajar rapi berjalan menyusuri jalan setapak.. pemandangan sekeliling hijau..
10 menit pertama, masih haha-hihi.. 10 menit kemudian, mulai keluhan-keluhan muncul.. jalanan mulai sedikit menanjakkk.. tapi masih seruuu, simpul senyum masih merekah di setiap sudut bibir dan pipi.. muka mulai memerah, tapi semangat tetap membara..

Fighting

Fight to find the right track

Dan track hiking pun mulai curam, mulai climbing kitaa!!!
Berbekal tali jemuran, kami saling tolong menolong.. :)) :))

Start Climbing

Start Climbing

Menurut referensi, lama yang harus ditempuh dari pintu gerbang Jayagiri hingga ke tangkuban perahu adalah sekitar 3jam.. Dalam perjalanan kami pun bertemu dengan beberapa kelompok yang sedang melakukan tafakur alam juga.. Dari anak-anak, remaja hingga bapak-bapak.. menikmati keindahan dan kebesaranNya… subhanallah..
1 jam telah berlalu, Alhamdulillah kami menemukan tanda kehidupan pertama.. ada warung, kita haha-hihi, makan pop mie dan gorengan..

Udara yang sangat segar..

Setelah dirasa cukup istirahat, kami melanjutkan perjalanan.. kemudian kami ketemu dengan warga sekitar, ada pertenakan kuda liar milik wakil gubernur lhooo.. owh.. reallly kewl.. :D :D *kudanya keliatan, ahhahahaha*
Setelah lama terpesona oleh senyuman kuda, lalu kita bak dibius oleh senyuman nya itu, tiba-tiba berada di sebuah persimpangan yang sangat menentukan nasib kami..
Semua tablet dikeluarkan untuk akses google map, mencari jalan mana yang harus ditempuh..
ke kanan, akan ketemu jalan raya..
ke kiri, jalur menuju kawah..
Kami memutuskan menuju kawah..

kembali kami ditemukan persimpangan dan kami memilih jalan yang kering (krn kami anggap lebih tampak sering dilewati orang)… jalanan pun mulai menanjak..
tibalah kami di persimpangan yang meningkatkan adrenalin para anak muda.. satu-satunya jalur dengan kemiringan 45 derajat, karena tidak ada jalur lain.. jalan yang lain itu buntu… :D

Kami pun melewati jalur dg kemiringan 45 derajat tersebut, sebenarnya lebih tampak sebagai jalur air.. :D :D
but.. it’s really adventure!! :D awesome…
climbing.. and climbing..
then ketemu persimpangan lagi.. 2, 5 jam sudah berlalu.. *melihat di googlemap kami masih setengah perjalanan.. wahahahhahaa
kemudian hingga kami tiba pada jalan setapak, ditepi lereng.. benar-benar lereng lohhh iniiii, merosotttt udah bye-bye ajaaaaaa.. jalannya cukup dilewati oleh 1 orang..

licin.. basah.. sepii. pinggir sudah jurang..
we’re on panic, sodaraaaa..
but still cool… B-)

setelah 30 menit berjalan di lereng, dengan perasaan penuh dengan ketakutan dan kekhawatiran..

Jalan di depan semakin sempit, hingga akhirnya ketua kelompok (pak dian rahayu -red) memutuskan untuk kembali ke jalan semula.. (pak Dian bilang ketemu polisi hutan, dan mengharuskan kita kembali ke jalur awal.. padahal ga ada polisi hutannnn.. T___T wkwkkwkwkwk)

kami kembali, tepat di persimpangan jalan dg kemiringan 45 derajat tadi..
kemudian 2 warrior Jayagiri merasa bertanggung jawab atas jalur yang telah dipilih (pak Hari dan sayf)  menyusuri jalan sesuai dengan insting masing2, dan akhirnya mereka bertemu di satu titik (di ketinggian 120m) :D :D
dannnnnnn, beliau berdua kembali lagi untuk menjemput kami.. syalalalalaa…
3,5 jam berlalu, tapi Alhamdulillah, setidaknya jalan keluarnya sudah mulai tampakk.. wahhahahaha

kami jalan terus.. naik.. climbing.. climbing..
bau belerang semakin kuat,.. membuat kami semakin semangat karean itu sebuah tanda kita sudah dekat dengan kawah!! (tujuan akhir kita!!)
4,5 jam berlalu, dannnnnn… yapppppp!!!! kami temukan bangungan… uhuiiiiiiii
milik ITB dengan tulisan “Pusat Penelitian Petir ITB”

EUREKAAAAAA!!!!!!

eforia berlebih..
kemudian kami temukan warung..

ada sign tepat di warung itu: kawah ratu lurus, kawah upas turun ke bawah..
30  menit menunggu rekan yang masih di belakang di warung sambil menikmati pop mie, hujan pun turun terharu akan keberhasilan kami… *wkwkkw
kemudian kami semua pun berkumpul kembali.. ujan mulai reda, hanya rintik-rintik..
kami kira kami sudah segera tiba di parkiran, ternyata salah..

jalanan masih turuunnn…
*kenapa tadi harus climbing, kalau sekarang harus turun lagi? wkwkkwkwkw

licinn.. curammm… suara angin tak kalah merdunya dengan ombak pantai selatan.. gemuruh riang mencekam.. membuat diri semakin paham, bahwa kebesaranNya sungguh luar biasa…

bau belerang semakin menyengat.. dan akhirnya kami sampai di puncak..
kami bisa melihat kawah Ratu dari atas…

angin yang sangat besarr.. kawah sesaat tertutup kabut.. kemudian angin berbaik hati menyapu kabut itu sehingga kami dapat menikmati keindahannya…
membayar segala keteguhan, semangat dan kelelahan kami..

jalanan semakin curammm..
tapi dengan semangat kelaparan dan ingin segera sampai .. ingin segera ketemu makanan dan mba diena + pak rori yang sudah standby dari jam 9 pagi menunggu kami, kami lanjutkan penuh semangatttttt.. :D :D

kami lewat pinggiran kawah ratu..
beberapa kali waktu, angin berbaik hati, memberikan harapan kepada kami dengan menyapu kabut sehingga kami bisa melihat mobil yang berjajar di parkiran kawah ratu..
membuat kami bahagia.. karena hampir 6 jam telah berlalu..

kami berjalan.. terus menyusuri batu yang terjal..
hanya akar yang dapat kami percaya untuk menopang kaki kami yang lelah dan sudah mati rasa tampaknyaa..
dan akhirnya..
7 jam berlalu.. kami pun sampai di parkiran.. bertemu mba Diena dan pak Rori.. senyum simpul keluar dari wajah khawatir mereka.. pak Rori sudah berinisiatif untuk menghubungi tim SAR karena kami tak kunjung datang.. kami menghabiskan waktu 7 jam untuk jalur yang biasanya dilalui oleh para hiking lovers 2,5-3jam.. wkwkwkwkkwk

Karena perut kami yang sudah tidak dapat diajak kompromi lagi..
tanpa ba..bi..bu.. celetukan-celetukan tanda kelaparan mulai muncul disetiap sudut bibir setiap insan yang kecapean ini.. :D :D

- makanannya mana Mba Dien?
– makan sekarnag aja yukkkk

kami makan..
meninggalkan teman-teman yang masih di belakang.. hahahaha

Menikmati Nasi Padang terenak seluruh duniaaa

Menikmati Nasi Padang terenak seluruh duniaaa

Setelah kami selesai makan, rombongan yang lain pun datang..
dan here we are..
we make it!!!

it’s awesome, dan very recommended adventure Pal!! :D :D

After the war..

After the war..

kalau dulu saya bilang “say no to hiking”,
now I say “Lets get lost, and hiking is very awesome..  I want more!! ” :D  :D :D

ALhamdulillah…

NB:
kami menunggu angkot yang menjemput kami lumayan lama, ternyata para sopir angkot dibisik-bisikin oleh petugas pintu masuk Jayagiri :

Ditunggu di sini aja Pak,
bentar lagi mereka juga balik kok, banyak yang balik arah karena tersesat..

#eaaaaaaaaaaaaa   wkwkwkwkkwk..
Jadi kami pake acara tersesat melewati tebing curam tadi karena doa penjaga pintu gerbang Jayagiri, hahahahaha.. :)) :))
Tp dari 2 rombongan yang kami temui tadi, yang kami temui di garis finish hanya rombongan para remaja.. rombongan bapak2 itu tak tampak, mgkin mereka balik ke pintu masuk Jayagiri.. :D

Julie and Julia

Selama libur panjang akhir tahun 2012 dan awal tahun baru kemarin, waktuku aku habiskan di depan layar 32 inch.. Menikmati drama kehidupan yang disajikan oleh channel tv maupun dari storage harddisk hasil download.. :)
Kali ini, giliran Julie&Julia..
Kenapa mereka? karena Julie dan Julia, sosok wanita yang haus akan sesuatu yang baru. Mereka wanita yang enggan dengan kelembaman dan mereka mengatasi hal itu dengan cara mereka.. no matter what, they will do everything that mereka merasa comfort melakukannya..
Dan aku menganggap itu sesuatu yang hebaddd, hihihi.. they are passionate..

Julie and Julia Cover

Julie & Julia, merupakan sebuah kisah yang sangat menginspirasi agar kita melakukan apapun yang menarik untuk kita dan membuat kita enjoy kemudian berprestasi di dalamnya..  tidak ada salahnya mencoba segala sesuatu, hingga kita mengetahui mana yang paling fit dan bikin kita enjoy..
dan ketika kita enjoy melakukannya, dan jika kita melakukannya dengan sepenuh hati, maka hasilnya akan melebihi apa yang telah kita perbuat hanya dengan dasar enjoy itu..

mengasikkan..
sangat mengasikkan..
Doing something that we loved, then we enjoy it so much.. and for the rest, we got much more than what we’ve expected ..

Julie, 29thn, seorang pekerja call center di Lower Manhattan Development Corporation, yang menerima pengaduan dari korban kasus september 11 namun dia selalu merasa buat apa dia ada di sana, akan tetapi tetap merasa tidak berguna karena tidak dapat melakukan sesuatu yang berguna untuk membantu korban tersebut, yang bisa dia lakukan hanya mendengarkan keluhan korban dan memberikan jawaban untuk menenangkan para korban ..
Dan ketika dia harus berkumpul dengan teman semasa kuliahnya, dia merasa minder dengan pekerjaannya, karena teman-teman dekatnya ketika kuliah dengan melakukan pekerjaan yang mereka sukai dapat merasa lebih sukses daripada Julie..

Sebenarnya Julie merupakan seorang dengan bakat menulis yang hebat, and she loves writing so much.. namun dia masih belum mempunyai kesempatan untuk menulis kemudian menerbitkan sebuah buku..

Setiap hari dia mendapat aduan yang pastinya mengundang emosi yang tak mudah dihindarikan, dan membuat dia merasa perlu melakukan sesuatu yang tidak membosankan. Dia hobby menulis, namun dia tidak akan menjadi penulis dengan tiba-tiba..Dia harus mempunyai content yang bagus agar dapat diterima pembaca.
Kemudian, sang suami memperkenalkan dia dengan BLOG, agar dia dapat menulis apapun tanpa beban dan dapat melakukan publishing kapanpun dia suka..

She have no idea to write..
Kemudian, dia ingat bahwa saat Julie kecil, Ibu Julie sering melihat acara Julia di TV dan sering sekali mempraktekkan apa yang di-demokan oleh Julia.

Siapakah Julia? Julia adalah seorang wanita biasa yang terpaut usia 30tahun-an dengan Julie, istri seorang diplomat Amerika yang harus mengikuti suaminya untuk bertugas ke perancis ketika dia berumur 30thn..
She just do nothing when her husband going to work.. Julia pun merasa harus melakukan sesuatu yang bisa menambah ilmu.. Julia mencoba knitting, tidak bertahan lama.. Mencoba menari, dan tidak bertahan lama.. Belajar bahasa perancis, diapun masih merasa bosan.. Julia belum menemukan sesuatu hal yang membuat dia enjoy.. Masakan perancis terkenal dengan cara memasaknya yang rumit, dan American lady terkenal dengan sifatnya yang menyukai hal-hal praktis.. Dari sini lah Julia ingin belajar cara memasak masakan perancis..
Then, suddenly she loves cooking.. dia berjalan berkeliling toko buku untuk mencari buku memasak masakan perancis, but nothing that use English as the language..
She feels desperate, hingga akhirnya dia menemukan kelas memasak..
Dia masuk dikelas pemula, pesertanya ibu-ibu amerika yang ingin memasak masakan perancis dengan praktis dan mudah.. Namun Julia merasa bosan, yang diajarkan kurang menantang..
Sehingga dia melirik kelas sebelah, kelas para pria, yang ternyata adalah kelas expert..
Julia very enjoyed the class, dia menjadi murid tercepat dalam memasak dan murid yang paling terampil.. Dari kelas inilah, Julia bertemu dengan 2 orang wanita penulis buku memasak masakan perancis yang sedang dalam kegalauan dalam menyelesaikan buku mereka..
Dan bersama 2 wanita inilah, Julia menulis buku nya.. “Memasak masakan perancis bagi American Lady” yang kemudian menjadi best seller dan membuat Julia dapat mengisi acara memasak di televisi dengan resep terbaiknya “Le Cordon Bleu”

Julie, melalui blog yang dibuatkan oleh suminya, membuat target dalam dirinya yaitu selama 365 hari dia harus dapat menyelesaikan 524 resep masakan yang ditulis Julia .. Dia lakukan setiap malam hari, sepulang kerja.. dan Julie akan mengupdate blog nya setiap hari untuk menuliskan kesuksesan maupun kegagalan yang telah dia lakukan…
Pengunjung blog nya bertambah, dan jika Julia melewatkan sehari tanpa update blog, comment di blog nya sangat ribut akan hal itu..

Hingga akhirnya Julia pun membaca blog Julie,
Blog Julie diterbitkan menjadi sebuah buku.. dan kemudian seijin Julia, buku Julie dan kisah Julia di film kan..

lesson learnt:

  • Life is never ending learning.. *self assumption* sifat manusia yang hebat adalah manusia yang selalu haus untuk mendapatkan pengetahuan dan ilmu baru, melakukan hal yang baru tanpa kenal lelah dan pantang menyerah.. dan mereka yang bosan dengan relativitas kelembaman..
  • jika ingin melakukan sesuatu, lakukan saja.. kita tak pernah tahu yang kita kerjakan benar atau salah, kecuali dengan melakukannya.. masih ada persimpangan di depan, jika ternyata salah maka kita bisa memilih jalan lain, jangan takut..
  • pengusir bosan atau penat, adalah dengan melakukan kegiatan yang paling disukai
  • dalam setiap keterbatasan yang kita punya, kita tetap mempunyai harta yang paling berharga yaitu kesempatan untuk mencoba hal-hal lain yang baru. maka manfaatkanlah, jangan terpaku dengan keterbasan yang dipunya..
  • ketika kita merasa tidak berguna di suatu tempat, just be enjoyed..
    kita dapat melakukan beberapa hal yang berguna lainnya. Be Positive, and looking for the opportunity!

Merajut Mimpi

Merajut atau kneeting adalah kegiatan yg sering aku lakukan pada waktu kecil duluuu.. Karena, Ibuku aktif di PKK dan hobby bgt ngajarin beberapa rekannya untuk menjahit, menyulam dan membuat rajutan… Jadi ada role model untuk melakukan salah satu kegiatan feminin satu ituuu.. Hihihi

Kerajinan tangan di sekolah pun, kalau boleh bebas memilih mengumpulkan kerajinan apa.. Aku pasti mengumpulkan kerajinan tangan berupa rajutan.. Bukan karena aku sudah jago bikin, tp karena ada Ibu yg mem-backup.. :)) :))

Belajar berkali-kali.. Dan yang bikin heran, aku ga pernah bosan untuk melakukan merajut.. Tapi apa mungkin karena ga bakat, jadi selalu saja mandeg di 1 teknik yaitu merajut dasar untuk membuat vas bunga.. Hahahhahaha…
Pelajaran merajut level 0 :))

Ketika aku sudah ga tinggal serumah lagi dengan Ibu, SMA kelas 2 aku mulai kost, aku ga punya role model untuk terus semangat belajar merajut..
Sampai sekarang, aku belum pernah melakukan kegiatan merajut lagi…

Syukurlah..
Ketika aku join ke grup WriteOnGarden, aku dapat kesempatan untuk merajut lagiii!!
Tapi bukan merajut dengan benang warna-warni menggunakan alat 2 buah chopstick rajut itu, tp merajut dengan angan dan kata untuk diwujudkan menjadi sebuah kegiatan yang nyata..

Bukan bermaksud meng-eksklusif-kan diri dengan mengikuti grup2 seperti ini, tapi hanya karena ingin mengasah dan mengorek kemampuan komunikasiku lewat tulisan..
Tak mungkin Tuhan membuat aku kurang PD ketika berkomunikasi secara verbal kemudian tidak memberikan kemampuan berkomunikasi secara lugas dan jelas dengan tulisan…

Aku tahu dan yakin,
Pasti Tuhan telah memberikan itu.. Hanya aku saja yang belum mengasahnya dengan optimal..

Semua dimulai dari membuat dasar rajutan.. ku pintal dengan serapi mungkin, agar pondasi rajutan utamanya kokoh..
Dasar rajutan WriteOn ini adalah kemauan, kepedulian dan optimalisasi peluang atas potensi diri..

Dari ketiga dasar itu, aku mulai merajut mimpi agar rajutan WriteOn ini dapat di realisasikan hingga penghujung tahun 2013 (setiap project pasti berbatas waktu bukan?), yaitu harus dapat menjadi minimal:

  • WriteOnGarden mempunyai satu tempat yang bisa menampung semua tulisan para Heroes dan Heroin nya, sehingga memudahkan family WriteOn untuk menikmati karya Heroes/Heroin sehingga jadi termotivasi: Alhamdulillah done
  • WriteOnGarden family bisa saling men-encourage para Heroes dan Heroin yang lain untuk terus berpacu untuk membaca dan menulis. Karena menulis tanpa membaca layaknya gelas tanpa susu..
  • Bersama-sama mengikuti workshop menulis, diawali dengan yang free saja.. Baik untuk pelatihan menulis kontemporer, classic, dll
  • Bersama-sama membuat 1 workshop dan/atau 1 cheesy project yang dapat menginspirasi Heroes dan Heroin di luar sana, yang masih malu2, untuk segera bergabung atau sekedar memulai menulis. Misal mengundang penulis terkenal (temen pak Welly misalnya, hahhaaha)
  • Dalam tahun 2013, salah satu atau salah banyak, minimal 1x mengikuti dan/atau memenangkan lomba blog/menulis
  • WriteOn family saling berbagi informasi dan referensi link/buku yang “keren” dan bermanfaat dengan baik untuk improve potensi/kemampuan Heroes maupun Heroin
  • WriteOnGarden punya logo!
  • Bikin kaos dengan logo WriteOnGarden beserta quote dari tulisan setiap Heroes/Heroin!
  • WriteOn family on Vacation program, atau yang paling memungkinkan melakukan minimal 1x botram bareng di tahun 2013 :D
  • Dannnn, setiap anggota WriteOn family tetap solid dalam berkontribusi menulis di WriteOnGarden kita!!

Itulah rajutan mimpiku yang harus bisa diwujudkan di tahun 2013 oleh semua WriteOn family..
Kita semua satu..manunggal dalam kebersamaan memanifestasikan jaring-jaring rangkaian kata dalam angan dan otak menjadi sebuah tulisan..

Keep writing!
And success… Hehehhehe.. :-D

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.