Mencari sebuah CINTA

23 tahun ku akan sia-sia. Jika sampai detik ini aku belum bisa menemukan CINTA itu. Sejak 5 tahun yang lalu pertanyaan ini muncul di otakku. Dan, sampai saat ini. Aku blom bisa menemukan jawabannya. Jalan mencari jawaban itu pun belum kutemukan.


Lillah,
saat ku temukan esensi dari arti kata Lillah… kini aku tau, itulah inti hidup, Lillah.
Tapi, kenapa sampai saat ini aku hanya sebatas mengerti. Mengapa semua yang ku lakukan masih setengah hati. Padahal aku tau, sejak roh ku ditiupkan, takdir ku dituliskan, dan betapa cintanya Allah kepadaku hingga hanya memberikan satu tugas utama yaitu cuma ibadah.
Jadi inget tugas kuliah. Tiap minggu selalu ada banyak tugas. Allah hanya memberiku satu tugas, sepanjang hidup di dunia, Ibadah. Lalu kenapa aku belum bisa mencintaiNya melebihi dari segala ciptaanNya?

Saat salah satu teman SMP ku memutuskan untuk berjilbab saat masuk SMU nanti. Aku kaget, dan heran. Tapi kemudian sang teman menjelaskan, dan mulai kelas 3 SMP itulah aku punya keinginan untuk berjilbab saat masuk SMU nanti. Ingin karena teman-teman dekatku berjilbab semua. Bukan dari hati.

Ibuku: Kalau udah berjilbab, ga boleh di copot-copot lagi loh. Sifatmu itu jelek, gampang bosan
Aku jadi ragu, dan mengurungkan niat.

Ketika SMU, Alhamdulillah aku kos di tempat guru ku yang kokoh imannya. Yang setiap pagi2 buta membangunkanku untuk sholat dan tilawah. Mengajariku untuk tidak hanya sekedar tilawah tapi juga membaca dan memahami arti. Sampai suatu ketika ku temukan sebuah arti dari ayat suci yang mewajibkan bagi para muslimah untuk menutup aurat. Sekali, dua kali, tiga kali dibaca, tetapi belum juga hati ini menerimanya. Memang bebal, terlalu skeptis. Hingga suatu saat, tiba muncul perasaan aku benar-benar takut. Takut akan ayat itu, takut akan azabNya dan Alhamdulillah aku berjilbab bukan karena temanku, bukan karena Ibuku tapi karena itu perintahNya.

Aku butuh sebuah proses pencarian ituu, aku ingin menjalani proses itu. Karena aku merasakan hal itu indah. Begitu juga untuk pertanyaanku satu ini.

Setiap tahun, mulai dari SD di sekolah atau tempat ngaji aku selalu ikut-ikut mengisi acara Maulud Nabi. Tapi hanya sekedar ikut, blom pernah aku rasakan aku mencintai seseorang yang aku rayakan hari ulangtahunnya itu. Tidak seperti aku merayakan malam tahun baru, tidak seperti aku merasakan kegembiraan saat membungkus kado untuk orang tua atau seorang teman yang istimewa atau teman-teman terbaikku. Tidak seperti saat Indonesia mendapatkan medali emas di olimpiade.

Tak kenal maka tak sayang?
Tanya padaku tentang sejarah Rasulullah, para sahabat, para khalifah atau para nabi, pasti aku tidak bisa menjawab. Karena aku belajar sejarah Islam hanya untuk mengejar nilai 9 untuk Pendidikan Agama Islam di raport. Sepertinya ini satu kesalahan yang selama 2 dekade tidak aku sadari.

Bagaimana caranya aku menemukan cinta ituu??
ya tentu aku harus mengenal Rasulullah, para Nabi, para sahabat Rasul, …
Lalu, bagaimana aku bisa mencintai Allah lebih dari segalanya? Dengan lebih bersyukur atas semua yang DIa berikan untukku. Bagaimana bersyukur ituu?? Sedangkan aku masih selalu marah, kalo terjadi sesuatu hal yang menyakitiku dan membuat ku sengsara.
“Ahh, kenapa si ya Allah”
“Ahh, seandainya”
“Ahh”

Astagfirullahh,….
Tuntunlah hamba selalu dijalan yang lurus ya Allah,…

Pesan dari sahabat2 terbaikku:

  1. Cari temen yg sama2 beridola Nabi dan byk bergaul dg mereka
  2. Apakah mereka (para idola ku) akan membawa kita selamat dari siksaan neraka? apakah mereka (para idola ku) akan membawa kita menuju surga?
  3. Byk2 belajar ttg Nabi. insya Allah, kita akan menemukan siapa yg seharusnya kita cintai
  4. Wah.. Cinta yang hakiki.. Cinta yang tertinggi.. Itu cuma sama Allah. Kamu harus siap
  5. Baca qur’an dan baca buku2 tentang rasulullah
  6. Bahwa akan datang suatu masa, dimana para ulama dan orang2 berilmu tidak didengar lagi

siapa yg mampu menolongmu sewaktu2. siapa yg akan membantumu setelah mati. ada jutaan alasan utk mencintai Allah lebih dari yg lain. Org2 yg kita cintai hari ini, tidak akan mampu menolong kita setelah mati. Hanya ampunan Allah yg dpt menolong kita

Berikan petunjukMu ya Rabb,
Aku ingin bisa mencintaiMu, lebi dari segalanya..

2 thoughts on “Mencari sebuah CINTA

  1. nana August 26, 2008 at 11:49 am Reply

    nice…

  2. arifromdhoni August 26, 2008 at 4:24 pm Reply

    Subhaanallaah..

    Btw, pernah mendengar bahwa seseorang akan dibangkitkan bersama dengan yang dicintai? Hendaknya memang mengidolakan orang-orang yang telah dijamin surga dan mencintai mereka, juga mencintai apa-apa yang mereka cinta. Wallaahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: