Padang Bulan, 4 thumbs up!!!

hati2, postingan mengandung spoiler lohh..😀

Novel Padang Bulan

Wuhuuuu, pagi-pagi sampe kantor ketemu pa Welly. Beliau lagi bawa novel Andrea Hirata yang baru. Iseng bilang, “wow, mau dong Pak aku dapet tanda tangan Andrea”.
Wahh, lha kok malah sudah tersedia dengan manisnya Novel + tanda tangan aselinya untukku. Tampaknya, hari ini adalah hari keberuntunganku. Tak sabar pengen segera baca novelnya..

Akhirnya tadi setelah semua ritual hari sabtu telah selesai ditunaikan, acara nonton dorama di-replace dengan acara membaca Padang Bulan.
wowww!! 4 thumbs up deh.. di novel yang satu ini, Andrea Hirata’s backkk.. *sempet agak kecewa dengan novel Maryamah..

<spoiler on>😉

Baru menyelesaikan mozaik pertama, arrggghh.. perasaanku sudah dikuasai emosi Syalimah. Setelah merasakan kebahagiaan tak terperi, lalu dihujam kesedihan yang sangat. Kejadian itu seolah-olah terjadi pada diriku sendiri. Perasaan tak enak, akibat kejadian itu masih terus kebawa sampai akhir novel. Sedikit disembuhkan oleh semangat Enong untuk tetap keukeh mewujudkan cita-citanya. Tapi ya tetap saja, luka itu masih tersisa.

Pada saat masuk mozaik 3, arrgh.. agak malas membaca, karena tak ada kisah Syalimah di situ. Pikiranku sudah terfokus oleh kisah Syalimah dan hatiku telah tercabik akibat empati terhadap Syalimah. Tapi rasa penasaran dibayar pada mozaik 4, arrgghh jadi mellow. Lanjut mozaik 5 ewww lagi-lagi teori gila Ikal, aku ingin kisah Syalimah!! Dan setelah hanyut dalam kisah yang diceritakan mozaik 6 hingga 10, akhirnya aku baru sadar bukan Syalimah dan Enong lah sang tokoh utama novel ini. Arrggh, aku terjebak. Tebakanku bahwa kisah Syalimah akan dibuat loncat-loncat oleh Andrea, agar pembaca tetap penasaran dan menjadi tidak bosan ternyata salahh!! Harus setting otak lagi dengan menata mozaik 3 dan 5 ditempatnya untuk mendapat gambaran kisah secara utuh. Fiuhhh..

<spoiler off>😀

Mozaik demi mozaik terlewati dengan perasaan berkecamuk, dipermainkan. Penasaran sedih, iba, kekonyolan yang membuat tertawa. Arrghhh, aku hanyut semakin dalam.. membuat enggan untuk berhenti, permainan kata yang indah. Ingin terus menikmati permainan emosi ini, berharap novel ini ngga segera tamat. Hati, pikiran dan perasaanku benar-benar dipermainkan, beberapa saat ikut merasa bahagia lalu berubah menjadi sangat sedih, putus asa, iba tetapi tiba-tiba dibuat terkekeh-kekeh dengan pemilihan kata-kata “guyonan” khas Andrea yang sangat kental, lalu menjadi merasa dingin beku akibat empati atas refleksi emosi patah hati, hingga sampai klimaks perasaan menjadi hangat, meletup-letup seolah-olah ikut merasakan jatuh cinta lagi. Perasaan sama seperti saat salah satu dari mimpi-mimpiku saat itu menjadi nyata. I felt it again!! Bahagiaaaaa…..

Four thumbs up for this novel. Udah ndak sabar melanjutkan ke novel selanjutnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: