wajah pagi

Sosok tua renta itu jalan menepi, menghindari hilir mudik kendaraan yang saling berkejaran dengan waktu,
wajahnya tampak lelah,
mulut beliau terlihat menganga, untuk membantu menghirup oksigen yang dibutuhkan tubuhnya..
layaknya seseorang yang terengah-engah dalam rangka perjalanan jaaauuuhhh,
padahal ini masih pagi,
peluh,
sekali lagi,
ini masih pagi..
tapi kelelahan-kelelahan itu sudah muncul di bahasa tubuhnya,
di kerentaannya, bakul berat berisi dagangan yang mungkin hanya bisa menghasilkan beberapa ribu rupiah saja, yang tampak selalu setia menemaninya..
mungkin bakul itu sebagai sumber keuangannya,
tapi aku tak sempat tahu, apa isi di dalamnya..
keriput di kulitnya sebanyak angan dan mimpi-mimpi yang beliau kubur atas keterbatasannya dalam menghadapi dunia,

aku pun berkendara berkejaran oleh waktu,
walau hanya beberapa detik mata menangkap sepotong drama kehidupan ini,
namun wajah dan mimik beliau tak bisa terlupakan..
aku pun terpaku dalam bayang,
dibalut perasaan aneh yang menyayat jantung hati,
aku tak berdaya dengan ketidakmampuanku,
aku hanya bisa meneteskan air mata,
ntah apa yang beliau rasakan,
mungkin air mata tak cukup untuk menutup segala kepedihannya,
mungkinkah selama hidupnya yang beliau tahu hanya bagaimana menutupi rasa lapar?
mungkinkah sering beliau melupakan kewajiban-kejiwaban Tuhan?
tapi aku yakin, jika hal itu beliau lakukan, sebenarnya beliau tak ingin melupakannya,
mungkinkah dunia ini beliau rasa berat?
itu yang aku tangkap dari raut dan mimik muka nya..
semoga aku salah,
semoga aku keliru,
faktanya beliau hidup dalam kebahagian dalam sarat kesederhanaan..

ooowwhhh,
Sosok tua renta yang tak kenal lelah berjuang untuk hidup,
aku malu padamu,
aku tak bisa melakukan sesuatu yang lebih untuk orang-orang seperti mu,

aku yang selalu mengeluh..
aku malu,
karena aku hanya bisa menatap tajam dengan kepedihan luka..
ku hanya bisa memanjatkan doa,
ku pinta kemudahan dan keberkahan jalan beliau di dunia,
jika yang beliau jalani adalah sebuah kesulitan, agar kesulitan ini hanya dicukupkan di dunia ini saja,
dan kesulitan itu, menjadi pembuka jalan termudah di dunia kelak ketika dalam perjalanan bertemu dengan sang Khalik,

aamminn..

*semoga besok pagi ketemu nenek itu lagi ^_^

Tagged: ,

One thought on “wajah pagi

  1. Hanna Laila March 2, 2013 at 9:15 am Reply

    Allah punya cara sendiri dalam menyayangi hamba-hambanya, Allah Almighty Knows best, nice post sis, bikin mewek pagi2, huhuhu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: